Thursday, June 6, 2013

Keamanan jaringan wireless

Masalah keamanan jaringan selalu menjadi prioritas penting di pengembangan jaringan baik wiredmaupun wireless. WLAN mempunyai kemampuan fleksibilitas pengembangan yang sangat tinggi. Akan tetapi fitur ini justru menimbulkan beberapa keterbukaan yang potensial terhadap adanya akses-akses yang tidak diinginkan. Akses legal terhadap jaringan wireless access point anda akan mudah dilakukan apabila anda tidak mempersiapkan proteksi data yang lebih baik. Untuk itu, beberapa teknologi keamanan jaringan telah dikembangkan dengan berbagai tingkatan proteksi untuk keperluan jaringan wirelessdari home user hingga bisnis skala besar
1. Service Set Identifier (SSID)
   Merupakan kunci identitas WLAN yang telah umum digunakan. Klien harus dikonfigurasikan dengan menggunakan SSID yang benar untuk dapat melakukan akses ke jaringan WLAN. Kunci ini harus dapat di-share hanya pada mereka yang telah sah untuk melakukan akses jaringan. SSID harus dapat diubah-ubah secara periodic untuk lebih meningkatkan keamanan
2. Media Access Control (MAC)
   Filtering pada alamat-alamat tertentu untuk membatasi akses WLAN ke daftar computer yang dapat dibuat pada setiap access point.
3. Wired Equivalent Privacy (WEP)
   Skema enkripsi yang melindungi aliran data WLAN antara klien dan access point yang telah ditentukan oleh standar 802.11. Fitur ini harus diaktifkan walaupun fiturini terkadang mengalami kerusakan atau ketidakefisienan keamanan.
Selain fitur keamanan standar, para vendor jaringan pun telah mengembangkan beberapa mekanisme proteksi secara proprietary. Industri hardware serta industry jaringan telah berkolaborasi untuk membentuk system infrastruktur untuk dapat melakukan proteksi, interoperable, serta kemudahan dalam mengatur ekosistem mobile wireless.
4. Pencegahan Keamanan Jaringan yang Lain
   Masalah keamanan jaringan ini dapat menjadi permasalahanlaten yang tidak akan berhenti berkembang, sehingga updating serta pengembangan teknologi akan selalu terjadi kea rah yang lebih baik. Beberapa permasalahan jaringan wireless yang lain adalah :
a. Pemasangan Access Point Sembarangan
   Anda harus melakukan auditing atau pemeriksaan regular terhadap beberapa access point yang telah dipasang untuk mengulangi serta mengidentifikasi celah-celah keamanan yang diakibatkan oleh konfigurasi access point sembarangan. Pemasangan access point yang sembarangan dapat terjadi karena memang sengaja dan tanpa sepengetahuan pihak administrator pengelola jaringan atau bagian yang memang bertanggung jawab terhadap masalah jaringan. Pemasangan memang sengaja tidak mengonfigurasi saat memeasangan access point, sehingga membuka kesempatan terjadi akses-akses illegal pada jaringan
b. Virtual Private Network (VPN)
 
   teknologi ini menawarkan keamanan tambahan dengan membuat system tunel yang akan membungkus data dari akses-akses umum jaringan di internet dengan menggunakan proses enkripsi dan dekripsi pada proses transmisi data. Penerapan keamanan jaringan ini telah semakin umum digunakan pada klien VPN untuk melakukan akses jaringan internet, perusahaan menggunakan beberapa access point wireless.

Macam-macam topologi jaringan wireless

1. Independent Basic Service Set (IBSS)
Topologi paling sederhana adalah tipe Ad Hock, di mana node node yang independen akan saling berkomunikasi secara peer to peer atau poin to point. Standar ini merujuk pada topologi Independent Basic Service Set (IBSS) di mana salah satu node akan ditunjuk sebagai proksi untuk melakukan koordinasi antarmode dalam sebuah grup.
 Proksi ini bertindak sebagai access point atau base station dalam sebuah jaringan yang kompleks. Topologi ad hoc sangat murah diterapkan dan sangat efektif serta mudah dalam pembangunan lingkungan wireless nya, seperti pada ruang koneksi, kelas, atau bahkan lingkungan kerja yang relatif kecil.
 2. Basic Service Set (BSC)
 Topologi yang lebih kompleks adalah topologi infrastruktur, di mana paling sedikit ada satu access point yang bertindak sebagai base station. Access point akan menyediakan fungsi sinkronisi dan koordinasi, melakukan forwadingserta broadcasting paket data. Fungsi ini hamper sama dengan teknologi bridge pada metode jaringan wired (dengan kabel). 
 3. Extended Service Set (ESS)
 Pada topologi ini beberapa access point digunakan untuk meng-cover range are yang lebih luas, sehingga membentuk Extended Service Set (ESS). Mode ini terdiri dari dua atau lebih basic service set yang terkoneksi pada satu jaringan kabel. Setiap access point diatur dalam channel yang berlainan untuk menghindari terjadinya interferensi. Metode ini akan membentuk sel-sel seperti pada jaringan selular. User dapat melakukan roaming ke sel yang lain dengan cukup mudah tanpa kehilangan sinyal
 
Extended service set (ESS) memperkenalkan kemungkinan melakukan forwading dari sebuah sel radio ke sel yang lain melalui jaringan kabel. Kombinasi access point dengan jaringan kabel akan membentuk distribution system (DS).

Cara Setting modem ADSL TP-LINK dan setting IP Address Speedy

Pertama pastikan Konektor modem disambung ke PC/Notebook/Switch LAN, Lalu buka Browser dan ketikan http://192.168.1.1 kemudian ENTER
Setelah itu akan muncul Authentification Required "Lihat gambar dibawah" dan ketik  
User Name : admin
Password    : admin atau 1234
Lalu Enter



Setelah langkah diatas Anda lakukan, maka berikutnya akan muncul tampilan Seperti dibawah ini :
lalu pilihlah Quick Start > Run Wizard


Setelah itu untuk tampilan selanjutnya pilihlah Next 
setelah muncul halamn berikutnya Pilih Zona waktu menjadi (GMT+07:00) Bangkok, Jakarta, Hanoi. Kemudian klik Next.

Tahap berikutnya pilih tipe koneksi PPPoE/PPPoA. Kemudian klik Next.
 
Pemberitahuan : Jika Anda menggunakan Router atau Server seperti mikrotik untuk melakukan Diall-Up, di sini Anda perlu memilih Bridge Mode, kemudian klik Next hingga Finish.

    Pada konfigurasi berikut, masukkan:

      # Username : nomorspeedy@telkom.net
      # Password : password
      # VPI : 8 (silakan lihat referensi Daftar VPI)
      # VCI : 81 (silakan lihat referensi Daftar VCI)
      # Connection Type : PPPoE LLc.
      # selanjutnya klik Next




Keterangan :untuk Modem Speedy menggunakan mode DHCP, sehingga jika Anda menggunakan setting PPPoE, Anda tidak perlu lagi memasukkan IP Statik. Modem akan meminta langsung IP yang kosong ke server Speedy.
Untuk pengidsian kolom VPI dan VCI, silakan lihat referensi Daftar VPI dan VCI untuk Modem Speedy dari Berbagai Daerah berikut, karena setting untuk tiap daerah berbeda.
Jika Anda sudah yakin dengan semua yang Anda isikan, Klik Next. Jika belum, Anda bisa klik Back dan melakukan beberapa penyesuaian settingan.

Klik Close, Lalu Restart Modem dan Komputer Anda.

Seperti itulah Cara Setting Modem ADSL TP-LINK Speedy, semoga artikel ini membantu Anda yang sedang mengalami masalah dalam penyettingan Modem Anda.